Bangka, 8 Oktober 2026 – Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung resmi menyandang gelar sarjana dalam Yudisium Fakultas Tarbiyah ke-25 yang digelar pada Kamis (8/10/2026) di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Babel.
Ke-17 mahasiswa TBI tersebut menyelesaikan studi dengan masa studi tercepat empat tahun, menjadi salah satu capaian yang menunjukkan ketuntasan akademik mahasiswa dalam menempuh pendidikan di Prodi TBI.
Momentum yudisium semakin istimewa dengan diraihnya predikat lulusan terbaik Prodi Tadris Bahasa Inggris oleh Fajar Indra Saputra. Fajar berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu empat tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80.

Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa TBI sekaligus menjadi kebanggaan bagi program studi.

Kaprodi TBI Sampaikan Orasi Ilmiah tentang Transformasi Digital
Tidak hanya menjadi momentum pengukuhan lulusan, Yudisium Fakultas Tarbiyah ke-25 juga menghadirkan Kaprodi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Yohan, M.Pd., sebagai penyampai orasi ilmiah.
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Yohan mengangkat tema mengenai Pendidik Profesional yang Adaptif, Moderat dan Berkarakter di Era Transformasi Digital. Tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi lulusan pendidikan Bahasa Inggris di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Transformasi digital telah membawa perubahan pada cara guru mengajar, cara mahasiswa belajar, hingga bagaimana pengetahuan diproduksi dan dibagikan. Karena itu, pendidik masa kini dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.
Bagi Prodi TBI, isu transformasi digital menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah membuka berbagai peluang sekaligus tantangan baru dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Lulusan TBI diharapkan mampu memanfaatkan teknologi bukan sekadar sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari inovasi untuk menciptakan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dekan: Sarjana Harus Bermartabat dan Berintegritas
Yudisium Fakultas Tarbiyah ke-25 dihadiri oleh Wakil Rektor II IAIN SAS Babel, Dr. Nikmarijal, M.Pd., bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika Fakultas Tarbiyah.
.jpg)
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Subri Hasan, M.S.I., menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Secara keseluruhan, sebanyak 69 mahasiswa Fakultas Tarbiyah diyudisium dan resmi menjadi sarjana.
«“Selamat kepada anak-anak kami, sebanyak 69 mahasiswa yang hari ini telah diyudisium menjadi sarjana. Jadilah sarjana yang bermartabat dan memiliki integritas. Karena yang membedakan seorang sarjana bukan hanya gelar yang diperoleh, tetapi juga karakter, moral, etika, dan integritas yang dimiliki,” pesan Dekan dalam sambutannya.»
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pencapaian akademik bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Gelar sarjana justru menjadi awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus menunjukkan kualitas diri melalui karya, profesionalisme, karakter, dan integritas.
TBI Siapkan Pendidik Bahasa Inggris di Era Transformasi
Bagi Prodi TBI, yudisium ke-25 menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam Bahasa Inggris, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia pendidikan.
Lulusan TBI diproyeksikan memiliki kemampuan untuk berkiprah sebagai pendidik Bahasa Inggris, praktisi bahasa, maupun edutechnopreneur. Kompetensi tersebut diperkuat melalui integrasi kemampuan bahasa, pedagogik, teknologi pendidikan, kreativitas, dan entrepreneurship.
Di tengah transformasi digital, pendidik Bahasa Inggris dituntut mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Penguasaan teknologi, kemampuan berinovasi, dan pemanfaatan AI secara etis menjadi bagian penting dari kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan arah pengembangan Prodi TBI yang mengedepankan pendidikan Bahasa Inggris yang transformatif dan integratif, sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan wawasan budaya Melayu.
17 Lulusan, Satu Langkah Menuju Dunia Pengabdian
Yudisium menjadi titik temu antara perjalanan akademik dan awal perjalanan profesional. Bagi 17 lulusan TBI, hari tersebut bukan sekadar seremoni pengukuhan gelar, melainkan awal untuk membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama empat tahun ke ruang-ruang pengabdian yang lebih luas.
Prestasi Fajar Indra Saputra sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,80 menjadi salah satu capaian yang patut diapresiasi. Namun, lebih dari sekadar angka, keberhasilan seluruh lulusan menyelesaikan studi merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga, dan berbagai pihak yang mendukung perjalanan akademik mereka.
Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN SAS Babel menyampaikan selamat kepada 17 lulusan TBI yang telah resmi menyelesaikan pendidikan.
Selamat melangkah, para sarjana Bahasa Inggris. Jadilah pendidik yang adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam pembelajaran, kuat dalam karakter, dan berintegritas dalam pengabdian.
Dari TBI, ilmu dibawa untuk mengabdi; teknologi dimanfaatkan untuk berinovasi; dan karakter menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.